• 17 April 2021 0:53
  • Last Update 16 April 2021 21:16 21: 16: 04
Plh. Bupati :” Seluruh Pihak Harus Bersinergi Untuk Antisipasi Kebakaran Lahan”

Plh. Bupati :” Seluruh Pihak Harus Bersinergi Untuk Antisipasi Kebakaran Lahan”

cebernews.co.Bangkinang Kota, Pencegahan sebelum terjadinya kebakaran lahan dan hutan jauh lebih baik dari pada penanganan setelah terjadinya bencana kebakaran, untuk itu diharapkan kepada seluruh pihak dan masyarakat yang terkait kebakaran hutan dan lahan agar bersinergi dalam rangka melaku antisipasi terhadap bencana tersebut.

 
Begitu dikatakan Plh. Bupati Kampar, Yusri, M.Si saat membuka rapat koordinasi Penanganan kebakaran lahan dan hutan (Karlahut) di Kabupaten Kampar Tahun 2019 yang dilaksanakan di Aula Kantor Bupati Kampar, Kamis (15/8) yang juga dihadiri oleh Ketua Tim Asistensi Mabes Polri Brigjen Polisi Drs. Nasri, Kapolres Kampar, Andry Ananta Yudhistira, Kalaksa BPBD Kampar, Tarmizi dan Camat serta Kepala Desa Se-Kabupaten Kampar.

 
Ditambahkan Yusri, di Kabupaten Kampar, saat ini terdapat 28 titik Api, ini jauh lebih baik dari pada tahun 2015 lalu, dimana titik api mencapai 700 titik Api, namun begitu kita tidak boleh terlena dengan situasi tersebut, antisipasi selalu harus dilakukan, karena kalau sudah terjadi, banyak dampak negatif yang akan terjadi seperti lumpuhnya ekonomi, terganggunya kesehatan dan lainnya yang akan merugikan masyarakat dan tentunya akan menyedot anggaran yang sangat besar.

 
“Rapat koordinasi yang kita lakukan hari ini merupakan salah satu usaha kita untuk melakukan antisipasi terhadap bencana karlahut ini, kita berharap dengan adanya rapat ini, yang juga dihadiri oleh tim dari Mabes Polri untuk melakukan pencerahan, membawa dampak positif pada usaha pencegahan pada tahun mendatang” harap Yusri.

 
Sementara itu, Ketua Tim Asistensi Mabes Polri Brigjen Polisi Drs. Nasri, mengatkan bahwa permasalahan kebakaran hutan dan lahan sudah merupakan ancaman yang masuk dalam klasifikasi kejahatan kontigensi dengan penanganan yang spesifik dan harus bersinergi dengan dinas terkait.

 
Nasri mengingatkan, untuk antisipasi pencegahan bencana, kita harus memahami perubahan iklim, ada dua gangguan iklim yang ada di Indonesia, yakni elnino dan lanina dan puncaknya akan terjadi pada tahun 2020 mendatang,
“Kita harus memahami gangguan Iklim tersebut agar antisipasi sejak dini bisa kita lakukan sehingga bencana yang terjadi bisa diminimalisir sebagaimana yang kita harapkan” Ujar Nasri.(*).

 

 

 

 

 

 

sumber : humas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *