• 25 Oktober 2021 18:07
  • Last Update 25 Oktober 2021 11:05 11: 05: 41
Ketua Tikor Kabupaten Bengkalis H Bustami HY Bersama Kepala Dinas Sosial Hj Martini Hadir Dalam Pembukaan Sosialisasi Program Sembako Tahun 2020 di jakarta

Ketua Tikor Kabupaten Bengkalis H Bustami HY Bersama Kepala Dinas Sosial Hj Martini Hadir Dalam Pembukaan Sosialisasi Program Sembako Tahun 2020 di jakarta

JAKARTA, cebernews.co – Ketua Tim Koordinasi Bantuan Sosial Pangan (Tikor) Kabupaten Bengkalis H Bustami HY didampingi Kepala Dinas Sosial Hj Martini menghadiri dan mengikuti Sosialisasi Program Sembako Tahun 2020, Rabu (22/1/2020), di Meeting Room Swiss Bell Hotel Mangga Besar, Jakarta Pusat.

 

Sosialisasi Program Sembako tahun 2020 merupakan pengembangan dari Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Kegiatan yang dimulai dengan penyematan tanda peserta kepada perwakilan wilayah I, II dan III tersebut dihadiri 1640 peserta dari 514 Kabupaten/Kota Se-Indonesia dengan dibuka secara resmi oleh Menteri Sosial Republik Indonesia (RI) Juliari P. Batubara.

 

Direktur Jenderal Penanganan Fakir Miskin (Dirjen PFM), Andi ZA Dulung mengatakan, Januari tahun 2020 ini kita harus segera melaksanakan penyaluran program sembako sebagaimana diintruksikan Presiden RI Bapak Ir H Joko Widodo. “Program ini juga akan memudahkan bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM), karena tidak hanya dapat membeli beras dan telur, tetapi juga bahan pangan lain bernutrisi melalui e-warong”, jelas Andi ZA Dulung.

 

Kemudian dalam sambutan Menteri Sosial RI Juliari P. Batubara mengatakan dari data Badan Pusat Statistik (BPS) kami melihat adanya penurunan angka fakir miskin di Indonesia dari 9,41 persen menjadi 9,22 persen terhadap KPM.

 

“Hari ini kita mensosialisasikan program sembako murah atau biasa disebut BPNT, karena ada beberapa hal yang baru. Contohnya nilai dari BPNT tahun ini adalah Rp 150.000,- per KPM (keluarga penerima manfaat) per bulan. Ada peningkatan Rp 40.000,- dari sebelumnya Rp 110.000,-. Peningkatan bantuan tersebut mulai berlaku efektif sejak hari ini”, jelas Menteri Sosial Juliari Batubara.

 

Juliari mengatakan secara teknis tidak ada perubahan metode penyaluran bantuan. Bantuan akan diberikan dalam bentuk uang non-tunai dan dicairkan dengan Kartu Keluarga Sejahtera yang dimiliki masing-masing KPM.

 

“Seperti yang berjalan, tidak ada yang berubah dalam hal pendistribusiannya. Dalam bentuk uang non-tunai, dibelanjakan di e-warong yang ada di Daerah-Daerah. Jika pada BPNT sebelumnya setiap KPM mendapat jatah untuk belanja beras dan telur, maka kini jenis makanan yang didapat lebih bervariasi. BPNT yang mereka dapat bisa digunakan untuk membeli daging ayam, ikan, sayuran dan kacang-kacangan. Hal ini bertujuan untuk mengatasi permasalahan stunting yang masih cukup tinggi”, kata Menteri Sosial.

 

Sementara itu Ketua Tikor Kabupaten Bengkalis, H. Bustami HY mengatakan untuk Kabupaten Bengkalis terkait penyaluran BPNT tidak ada permasalahan yang bisa kita lihat dari data Dinas Sosial Kabupaten Bengkalis yakni dari Program RASTRA pusat dan RASTRA Otonom Kabupaten Bengkalis telah terealisasi 100 persen.

 

“Tahun 2020 ini, Pemerintah Kabupaten Bengkalis mengalokasikan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) otonom kepada seluruh Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang masih belum menerima bantuan sebanyak 2.870 Kartu Keluarga (KK). Diharapkan agar nantinya jumlah KPM program sembako tersebut harus semakin berkurang. Ekonomi masyarakat diharapkan meningkat setiap tahunnya sehingga jumlah KPM menurun”, kata Bustami.

 

Penulis :Mulyadi
Sumber:prokopim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *