• 14 April 2021 2:55
  • Last Update 13 April 2021 22:52 22: 52: 30
Rapat Kerja Lintas Komisi DPRD Kabupaten Bengkalis Terkait Penangganan Penyebaran COVID-19 di Kabupaten Bengkalis,

Rapat Kerja Lintas Komisi DPRD Kabupaten Bengkalis Terkait Penangganan Penyebaran COVID-19 di Kabupaten Bengkalis,

Bengkalis-DPRD Kabupaten Bengkalis Bahas penanganan penyebaran COVID-19 di Kabupaten Bengkalis,Selasa (24/3/2020) di Ruang Rapat DPRD Kabupaten Bengkalis. Rapat dipimpin langsung Ketua DPRD Kabupaten Bengkalis H. Khairul umam, Lc.

Turut hadir di rapat kerja lintas Komisi yakni, Ketua DPRD Bengkalis dan seluruh Komisi anggota DPRD Bengkalis, Plh Bupati Bengkalis H.Bustami, HY, Kepala Dinas Kesehatan Bengkalis dr Ersan Saputra, Kapolres Bengkalis AKBP Sigit Adiwuryanto,Kodim 0303/Bengkalis, seluruh Kadis Bengkalis, para tim medis, Imigrasi Bengkalis, Bea dan cukai Bengkalis ,KSOP Bengkalis dan instansi vertikal lainnya.

Dikesempatan ini juga sekretaris Dewan Radius Akima menyampaikan Bahwa agenda rapat pada hari ini jam 10 terkait penanggulangan virus Covid-19 kemarin memang Bupati sudah menyampaikan di instansi terkait tetapi di DPRD ini mungkin lebih luas tidak hanya Tim gugus yang bertugas , juga diundang instansi terkait dengan ide pokok segala organisasi sosial itu kita undang, ya memang sebenarnya pertemuan ini juga kita batasi tidak lebih dari 30 orang yang kita undang tetapi paling tidak tiga puluh ini bisa mewakili organisasi maupun untuk penanggulangan corona ini, kemudian dari sisi DPRD juga tidak hanya membutuhkan tenaga dan pikiran tetapi juga untuk menanggulangi, yang paling penting juga dari sisi anggaran jadi mungkin DPRD mengambil peran terkait anggaran untuk menanggulanginya ini memang karena virus ini masuk ke Wabah penyakit mulai pada bulan Januari sementara pembahasan APBD tahun lalu sesuai dengan juga dengan Perpres presiden yang boleh untuk melakukan pergeseran terkait untuk anggaran penanggulangan corona untuk itu kami dari DPRD mengambil peran kemudian juga dalam rangka untuk menenangkan masyarakat yang selama ini masyarakat di daerah pemilihan DPR ini juga banyak bertanya ke anggota dewan terkait dengan adanya gambaran yang komprehensif karena tidak hanya dari petugas medis juga dari organisasi ke masyarakat yang lain juga memberikan keterangan sehingga nanti dewan menjelaskan ke konsumen di daerahnya juga akan lebih tidak sesat lah sebagaimana kita lihat berita-berita di luar kan banyak yang cukup sehingga juga membingungkan masyarakat.

mudah-mudahan dengan banyaknya keterangan-keterangan dewan juga bisa menjelaskan dengan baik kepada konsumennya dan persiapan sendiri dari anggota DPR baik itu dari segi persiapan medisnya sampai ke anggaran itu bagaimana kalau kita kan masih menunggu pihak eksekutif untuk menyampaikan ke kita karena memang sudah sudah ada payung hukumnya yang pertama itu Perpres yang kedua juga ada Permendagri nomor 22 sudah bisa eksekutif untuk menganggarkan untuk kegiatan penanggulangan Covid-19 untuk dipersiapkan sebelum se pengetahuan kita belum ada tetapi nanti barangkali mungkin di tingkat banggar yang mungkin nanti akan ada pertemuan tentu kita juga tadi saya katakan kita menunggu penyampaian dari eksekutif terkait anggaran tersebut sudah disampaikan oleh ketua IDI dalam rapat tadi bahwa sebenarnya virus ini tidak lebih berbahaya pada virus yang lebih berbahaya seperti ebola kemudian itu berbahaya tetapi karena ini memang menjadi bahaya karena penularan itu penyebarannya sangat mudah yang membuat Covid-19 ini berbahaya karena penularan sangat mudah sekali sementara Ebola dan lain sebagainya.

itukan harus kontak langsung berhubungan apa namanya seks itu kan kemudian juga yang lain tapi kalau kena Covid-19 ini sangat mudah makanya ini menjadi berbahaya, jadi oleh karena itu himbauan pemerintah untuk yang pertama sosial dispensing kemudian juga jangan keluar rumah tetap di rumah kami kira itu patut kepada jurnalis untuk menyampaikan hal ini dan masyarakat di peranan jurnalis juga sangat besar untuk menyebarluaskan informasi yang sudah di tetapkan oleh pemerintah.

Terkait anggaran, saat ini DPRD Bengkalis melanjutkan rapat pimpinan membahas tindak lanjut dari rapat sebelumnya. Mengingat hal ini sudah mengkhawatirkan, dan juga sesuai dengan instruksi presiden No. 4 tahun 2020 dan turunannya Permendagri dan Permenkeu, maka perubahan anggaran akan dilakukan secepatnya.imbuhnya.

Kemudian didalam pelaksanaan kegiatan tersebut Dari masing-masing fraksi Dewan memberikan pandangan dan pendapat terkait penanggulangan Covid-19 Diantaranya fraksi Rahma Yenni,S.Sos dari Fraksi Golkar mengatakan meminta pendataan kembali karena khususnya di wilayah puskesmas atau tepatnya di dapil mendapat kesulitan mendeteksi terkait tenaga kerja Indonesia yang pulang dari negeri jiran yang terpapar Covid-19 yang berstatus ODP ini sulit untuk diketahui.

permasalahanpenanganan penyebaran Covid-19 ini bisa nggak kita dapatkan anggaran itu yang pertama ,yang kedua kami minta pendataan lagi karena saya juga dengan kawan-kawan di Puskesmas di kecamatan itu kita sangat kesulitan terhadap TKI yang kita drop yang di drop out dari Malaysia itu yang pertama itu kita nggak punya data sementara mereka nanti kalau melapor itu paling hanya beberapa orang seperti yang dikatakan teman-teman saya tadi ada rasa malu sehingga mereka menganggap ini sebagai sebuah aib.tutupnya.

Kemudian dari fraksi partai Demokrat DR.Morison Bationg menegaskan bahwa dibengkalis pintu masuk perlu dijaga juga seperti pelabuhan kecil ,pelabuhan bandar laksamana serta pelabuhan penyeberangan Roro Bengkalis dan penyebrangan Roro pakning ini perlu diawasi juga karena perlu dipantau juga siapa yang masuk dan keluar harus dicek juga kesehatan nya meskipun datangnya dari Jakarta maupun Daerah lain untuk mengatasi pencegahan dan menghindari orang yang terdeteksi Covid-19,apa bila ada yang berangkat mau pun yang masuk dapat dicegah dari awal menurut nya kami minta untuk tenaga medis segera dipersiapkan alat untuk pencegahan di setiap pelabuhan.

Dalam hal ini juga Plh Bupati Bengkalis H. Bustami, HY di dalam rapat menyampaikan telah dilakukan himbauan terhadap kewaspadaan Covid-19 kepada masyarakat melalui surat edaran Bupati Bengkalis, kemudian membuat baliho di tempat-tempat strategis yang semuanya merupakan himbauan kepada masyarakat untuk melakukan penanggulangan terutama melakukan pola hidup sehat, himbauan untuk tetap di rumah dan lainnya untuk memutus mata rantai virus ini. Penyuluhan dilakukan oleh tenaga kesehatan dan TNI Polri serta tokoh masyarakat juga berperan aktif dalam mensosialisasikan bahaya Covid-19.Surat Edaran bernomor 500/SE/2020 tersebut ditandatangani langsung oleh Plh. Bupati Bengkalis H, Bustami HY pada 20 Maret 2020.Dalam surat tersebut, mengharapkan kepada PNS dan Non PNS untuk bekerja dari rumah tempat tinggalnya (work from home), dimana sistem kerjanya tersebut akan ditentukan oleh Kepala Perangkat Daerahnya masing-masing.Sementara untuk Pejabat Eselon II, III, dan IV tetap menjalankan tugasnya seperti biasa dan mengatur jadwal kerja Jabatan Fungsional Tertentu (JFT), Pelaksana dan Tenaga Harian Lepas (THL) di bawahnya dalam pelaksanaan tugas kedinasan di kantor dan di rumah masing-masing secara bergantian dengan mengedepankan faktor keamanan diri dari penyebaran Covid-19 sehingga penyelenggaraan pemerintahan tetap berjalan secara optimal dengan mengedepankan pelayanan kepada masyarakat.

Dalam penanggulangan ini telah dibuat rencana kerja. Jika seandainya virus berkembang di Kabupaten Bengkalis maka telah disediakan tempat isolasi (Balai Diklat yang sudah berfungsi sejak semalam sebagai tempat karantina, Wisma Atlit yang sedang dibersihkan, RSUD Bengkalis ada 5 tempat tidur dan RSUD Mandau ada 4 tempat tidur).

Jika memang dibutuhkan RSUD Mandau telah menyiapkan satu lantai (Lantai 4) untuk isolasi. Saat ini di Duri Kecamatan Mandau baik PDP maupun ODP berjumlah 0, tetapi harus dimaklumi bahwa Duri adalah jalan lintas yang bisa jadi menjadi tempat persinggahan orang-orang dari daerah lain.

Bustami juga mengucapkan apresiasi dan berterima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam penanggulangan Covid-19 ini serta terus menghimbau kepada masyarakat untuk mematuhi himbauan dari Pemerintah. Semua upaya ini akan sangat tidak berarti jika tidak ada peran serta dari masyarakat. Himbauan untuk di rumah saja, hendaknya dipatuhi demi meminimalisir penyebaran covid19. Mari mulai mencegah penyebaran virus ini dari diri sendiri dan keluarga serta lingkungan kita. Batasi diri untuk berkumpul dan keluar rumah jika memang tidak ada keperluan yang mendesak. Biarlah anak – anak kita menangis karena dilarang keluar rumah, daripada kita yang menangis karena terpapar virus ini dan menjadi korban. Tak dapat dibayangkan jika bagian dari keluarga kita menjadi penambah statistik korban meninggal, dan kita tak mampu mengantarkan ke peristirahatan terakhir dengan selayaknya.(ADV).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *