• 21 April 2021 2:56
  • Last Update 20 April 2021 20:28 20: 28: 26
Pariwisata Kampar Mengalami Penurunan

Pariwisata Kampar Mengalami Penurunan

Bangkinang, cebernews.co – Wabah Covid-19 nampaknya membuat perputaran perekonomian semakin lama kian lesu. akibatnya, banyak sektor potensial yang terkena imbas sehingga langsung dirasakan oleh masyarakat, salahsatunya sektor Pariwisata.

Dikabupaten Kampar, Provinsi Riau. Pariwisata merupakan salahsatu sektor yang sangat berpotensi untuk meningkatkan sistim perekonomian dimasyarakat. Bahkan, digadang-gadang pariwisata merupakan tempat bersandarnya hidup sebagian masyarakat khususnya di Kabupaten Kampar.

Destinasi-destinasi wisata yang beragam disajikan membuat para wisatawan ingin berkunjung tanpa henti dan berharap perputaran uang dapat memberikan secerca cahaya bagi masyarakat yang menggantungkan hidupnya di Pariwisata.

Namun, pandemi corona Covid-19 mengubah segalanya.

Semenjak Keluarnya instruksi menjaga jarak sosial (Social Distancing) ataupun jarak fisik (physical distancing) untuk meningkatkan kewaspadaan dan mencegah penyebaran Covid-19, sektor pariwisata menjadi sangat lesu.

Berdasarkan data yang dihimpun oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Kampar, sebelum ditutupnya Destinasi wisata dan fasilitas hiburan lainnya pada tanggal 23 maret 2020, Pariwisata Kampar mengalami penurunan 81% dibandingkan pada tahun sebelumnya.

“Sebelum Tanggal 23 Maret 2020 Destinasi Wisata masih menerima kunjungan sebagaimana biasanya, dengan terjadi penurunan angka kunjungan mencapai 81 % di bandingkan tahun sebelumnya,” Kata Zulia Dharma Pada berseripos.com, Selasa malam (7/4/2020).

Ia menjelaskan, wabah Covid-19 sangat berdampak jumlah kunjungan wisatawan ke Kampar. Sehingga penurunan angka sangat signifikan.

“Kunjungan pada Bulan Maret 2019 berjumlah 82.880 orang dengan perputaran uang Rp 3.882.850.000, sementara itu jumlah kunjungan pada Bulan Maret 2020 sebelum tanggal 23 Maret berjumlah 15.613 orang dengan perputaran uang sekitar Rp 737.741.500,” sebut Zulia.

Dirinya juga menerangkan bahwa perbandingan tersebut sangatlah jauh berbeda dari tahun sebelumnnya. Perbandingan persentase menyebabkan kerugian dalam perputaran uang di masyarakat. Dan itu mencapai milyaran.

“Terjadi penurunan angka kunjungan sebesar 67.267 orang dengan kerugian masyarakat diperkirakan sebesar Rp 3.145.108.500 selama Bulan Maret 2020,” Jelas Zulia Dharma.**(rls).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *