• 20 Juni 2024 8:38
  • Last Update 19 Juni 2024 20:36 20: 36: 43
Dedy Sambudi:Posko Penyekatan Diperpanjang Hingga 24 Mei 2021

Dedy Sambudi:Posko Penyekatan Diperpanjang Hingga 24 Mei 2021

KAMPAR – Posko penyekatan peniadaan mudik lebaran diperpanjang hingga 24 Mei 2021. Kendati aturan larangan mudik lebaran selesai pada 17 Mei 2021.

Kalaksa BPBD Kabupaten Kampar Dedy Sambudi menyebutkan, perpanjangan pos penyekatan ini sesuai dengan instruksi menteri dalam negeri (inmendagri) nomor 11 tahun 2021.

“Posko penyekatan ini diperpanjang sampai 24 Mei, sesuai inmendagri,” terang Dedy, Selasa (18/05/2021).

Di Kabupaten Kampar, ada empat posko penyekatan, di Kecamatan XIII Koto Kampar, Tapung Hilir, Tambang, Kampar Kiri.

“Iya kendaraan tetap diminta putar balik selama KRYD, oleh karena itu kami mohon maaf dan mohon maklum dari masyarakat,” jelasnya.

Dedy mengatakan, perpanjangan pos penyekatan ini tetap mengikuti aturan yang berlaku.

Para pengendara yang melewati posko tetap harus memperlihatkan surat bebas covid-19 dokumen tersebut meliputi hasil tes PCR, swab antigen atau GeNose. Dengan masa berlaku selama 3 x 24 jam dalam masa peniadaan mudik 6 – 17 Mei 2021.

Sedangkan dalam masa pengetatan pasca lebaran yakni pada 18 – 24 Mei 2021, surat bebas covid – 19 tetap berlaku 3 x 24 untuk seluruh metode testing karena regulasi belum di cabut. Serta pelaku perjalanan diwajibkan membawa surat izin perjalanan sesuai yang disyaratkan.

“Maka, siapapun pelaku perjalanan yang tidak sehat dan tidak mampu menunjukkan dokumen perjalanan dan surat ijin perjalanan, siapapun itu wajib tanpa terkecuali harus putar balik dan tidak boleh melanjutkan perjalanan,”paparnya.

Untuk memastikan skrining yang maksimal, maka diterapkan random testing test antigen di titik – titik yang ditentukan.

“Ingat, kebijakan tambahan ini bentuk pencegahan. Pemerintah memastikan pelaku perjalanan dalam keadaan sehat,” tandasnya.

Sementara terkait beredarnya foto edaran penutupan taman rekreasi atau wisata dan peniadaan kegiatan pada gedung pertemuan atau hotel dan convention center dan peniadaan pelaksanaan Hari Raya Enam, Dedy mengatakan hal itu tidak benar.

“Satgas penanganan covid-19 belum ada mengeluarkan surat edaran tersebut. Bisa saja orang yang tidak bertanggungjawab melakukan hal ini. Suratnya saja belum ada ditandatangani oleh bupati,” terangnya.

Namun Dedy menegaskan, para pengelola wisata tetap harus mengikuti protokol kesehatan covid-19.

“Pengelola harus menaati peraturan pemerintah terkait penerapan protokol kesehatan covid-19. Harus membatasi para pengunjung yang berdatangan ketempat objek wisata sebanyak 30 persen saja,” tuturnya.

Saat ini, Kabupaten Kampar masih berstatus zona oranye.

“Kita selaku koordinator bencana dan penanganan covid-19 melakukan langkah-lagkah pencegahan. Untuk mengantisipasi kegiatan-kegiatan yang menimbulkan kerumunan. Ingat selalu protokol kesehatan covid-19. Jaga diri kita, keluarga, orang lain,” urainya.(Fauzi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *