• 8 Oktober 2022 5:58
  • Last Update 7 Oktober 2022 21:26 21: 26: 58
Alviansyah Rambe,Wakili Fakultas Syari’ah dan Hukum UIN Ar-Raniry Banda Aceh Pada KKN Tematik Melayu Serumpun PTKIN Se-Sumatera

Alviansyah Rambe,Wakili Fakultas Syari’ah dan Hukum UIN Ar-Raniry Banda Aceh Pada KKN Tematik Melayu Serumpun PTKIN Se-Sumatera

Fakultas Syariah dan Hukum UIN Ar-Raniry mengirim mahasiswa terbaiknya Alviansyah Rambe, pada KKN tematik Melayu Serumpun PTKIN Se-Sumatera yang berlangsung di Kabupaten Padang Pariaman Sumatera Barat pada Senin (17/01/2022).

KKN Melayu Serumpun Se-Sumatera merupakan kegiatan rutin tahunan yang diselenggarakan oleh Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri (PTKIN) Se-SUMATERA. Peserta PTKIN Se-Sumatera juga berasal dari mancanegara seperti negara Singapura, Malaysia dan Brunai Darusalam.

Acara ini diikuti oleh setiap perwakilan mahasiswa dari berbagai Perguruan Tinggi se-Sumatera yang setiap perguruan tinggi diwakili oleh 10 mahasiswa terpilih. UIN Ar-Raniry sendiri diwakili oleh 10 mahasiswa terbaik dari sembilan fakultas di UIN Ar-Raniry Banda Aceh.

Berdasarkan ketentuan peserta KKN/KPM UIN Ar-Raniry dan kriteria KKN Melayu serumpun diantaranya, mahasiswa aktif dalam organisasi dalam atau luar kampus dan memiliki kompetensi dalam bidang kegamaan sehingga mahasiswa UIN Ar-Raniry Banda Aceh dapat berkolaborasi dengan baik bersama lima belas PTKIN Se-Sumatera.

Acara tersebut dihadiri Bupati Pariaman Buhatri Bur, Ketua DPRD Pariaman Arwinsyah, Rektor PTKIN se-Sumatera, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) PTKIN se-Sumatera, Kepala Pusat Pengabdian, Kepala Dinas PMB Provinsi Sumatera Barat, Sekretaris Daerah Padang Pariaman, Camat Enam Lingkung, Camat Ulakan Tapakis, Wali Nagari se-Kecamatan Enam Lingkung dan Wali Nagari se-Kecamatan Ulakan Tapakis
Mewakili Rektor, Wakil Rektor bidang Akademik dan Kelembagaan UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Dr.H.Gunawan Adnan,MA,Ph.D saat melepaskan keberangkatan peserta mengatakan,KKN tematik tahun tersebut mengusung tema Moderasi Beragama dan Kearifan Lokal Melayu Serumpun.

“KKN tematik ini berlangsung selama 35 hari diikuti oleh seluruh Perguruan Tinggi Keagamaan Islam se-Sumatera yang diselenggarakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Imam Bonjol Padang,” ujarnya.

Gunawan menambahkan, KKN ini pada intinya memberikan pemahaman kepada mahasiswa terkait dengan pemahaman moderasi antar ummat beragama untuk menciptakan persatuan, kemajemukan serta kebinnekaan di Indonesia.

Untuk itu, kepada peserta Gunawan menegaskan bahwa salah satu dari poin tri dharma perguruan tinggi adalah pengabdian kepada masyarakat, maka KKN tematik ini merupakan kesempatan bagi mahasiswa mengaplikasikan ilmunya bersama masyarakat.

Warek I juga berpesan kepada mahasiswa agar menjaga nama baik lembaga serta sikap dalam bermasyarakat, mari junjung tinggi nama baik lembaga dan berilah yang terbaik dari apa yang dimiliki masing-masing peserta, dan sebaliknya pelajarilah apa yang terbaik ditempat pengabdian untuk dapat diterapkan di Aceh nantinya.(Rls).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *