• 5 Oktober 2022 0:04
  • Last Update 4 Oktober 2022 21:33 21: 33: 13
Bupati dan Wakil Bupati Rohil Hadiri Rapat Koordinasi Antar Wilayah Se-Sumatera

Bupati dan Wakil Bupati Rohil Hadiri Rapat Koordinasi Antar Wilayah Se-Sumatera

Rohil – Bupati Rokan Hilir Afrizal Sintong beserta Wakil Bupati H. Sulaiman menghadiri Rapat Koordinasi Gubernur se-Sumatera yang dilaksanakan di Ballroom Hotel Premiere, Jalan Sudirman, Pekanbaru. Acara yang dihadiri oleh Bupati dan Walikota se-Provinsi Riau bertujuan untuk meningkatkan sinergitas dalam berbagai sektor antar wilayah se-Sumatera yang akan dirumuskan dalam sebuah kesepakatan dan ditandatangani oleh semua Gubernur se-Sumatera nantinya,Kamis (30/6/20022).

Acara yang dipimpin oleh Wamendagri John Wempi wetipo serta Staf Ahli Bappenas tersebut juga dihadiri oleh para Gubernur se-Sumatera mulai dari Gubernur Aceh, Gubernur Sumatera Utara, Gubernur Sumatera Barat, Gubernur Kepri, Gubernur Sumatera Selatan, Gubernur Jambi, Gubernur Lampung, Gubernur Bengkulu, dan Gubernur Bangka Belitung.

Pokok permasalahan yang dibahas dalam rapat koordinasi tersebut, diantaranya :

1. Belum optimalnya pengembangan potensi unggulan berbasis sumber daya alam.

2. Belum optimalnya integrasi konektivitas antarwilayah dan Belum optimalnya hubungan internasional sebagai pintu gerbang perdagangan barang dan jasa.

3. Belum optimalnya pengelolaan dan kualitas belanja APBD dan dana Otonomi Khusus Aceh.

4. Tingginya ketimpangan pembangunan terutama wilayah Sumatera bagian barat, dan tingginya tingkat kemiskinan terutama pada wilayah Sumatera bagian utara.

5. Belum adanya pusat perdagangan komoditas (trading pause) yang terintegrasi, serta masih rendahnya perkembangan usaha koperasi dan UKM sebagai dasar penguatan struktur perekonomian lokal.

6. Belum stabilnya harga komoditi karet dan sawit yang diikuti dengan turunnya kualitas produk, serta kurang kompetitifnya harga gas untuk kegiatan industri sehingga menghambat laju produktivitas industri.

7. Masih terdapat praktik penangkapan ikan ilegal (Illegal Fishing),serta praktik penanaman, perdagangan, dan pemanfaatan tanaman ganja secara ilegal.

8. Tingginya potensi konflik pada kawasan perbatasan Natuna, khususnya di Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE).

9. Masih rentannya ketahanan fisik dan sosial atas perubahan iklim, bencana, polusi dan abrasi pantai khususnya pulau-pulau di perbatasan negara, serta rentan terhadap kesenjangan sosial dan kemiskinan pedesaan dan perkotaan.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Rokan Hilir yang didampingi oleh Wakil Bupati dan Kabid IKP Diskominfotiks Rokan Hilir menyampaikan harapannya agar Rakor tersebut menemukan solusi dari permasalahan yang ada, “Harapan kita dengan adanya rakor yang mengikut sertakan kami para Bupati dan Walikota se-Provinsi Riau dapat menemukan solusi dan kesepakatan terkhusus Kabupaten Rokan Hilir yang sampai saat ini masih ada Illegal Fishing yang sering terjadi di perbatasan perairan Riau dan Sumatera Utara, begitu juga dengan masalah lahan perkebunan sawit dan karet mengenai hasil komoditi dan batas lahan nya serta mengenai infrastruktur,” jelasnya.(Rls diskominfo Rohil).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *