• 4 Oktober 2022 22:59
  • Last Update 4 Oktober 2022 21:33 21: 33: 13
Mendagri : Pemekaran di Papua Dinilai Lebih Banyak Memberikan Dampak Positif

Mendagri : Pemekaran di Papua Dinilai Lebih Banyak Memberikan Dampak Positif

Merauke – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menilai, adanya pemekaran wilayah di Provinsi Papua cenderung lebih banyak memberikan dampak positif dibanding negatif. Ia mencontohkan Provinsi Papua Barat yang cenderung mengalami kemajuan pesat, baik dari sisi birokrasi, perizinan, dan proses administrasi lainnya.

Hal itu disampaikannya saat memberikan pengarahan pada acara Gerakan Pembagian 10 Juta Bendera Merah Putih yang berlangsung di halaman Kantor Bupati Merauke, Jumat (12/8/2022). Acara tersebut dihadiri jajaran pejabat di Provinsi Papua, serta segenap masyarakat Merauke.

Menurut Mendagri, adanya pemekaran akan memotong proses panjang yang kerap terjadi pada birokrasi. Pasalnya proses yang panjang dalam birokrasi justru membuat roda pemerintahan berjalan lamban. Hal tersebut juga berdampak pada pembangunan yang cenderung lamban.

“Begitu kemudian (Provinsi Papua) dimekarkan menjadi Papua Barat dengan Ibu Kota Manokwari, kita semua sudah melihat Manokwari yang dulunya hanya satu kecamatan, sekarang sudah menjadi kota meskipun belum menjadi kotamadya,” ujar Mendagri.

Selain itu, daerah-daerah di sekitar Manokwari yang dulunya cenderung tertutup dan terisolasi kini telah terbuka. Bahkan terdapat infrastruktur jalan yang menghubungkan sejumlah wilayah di Manokwari dengan wilayah lainnya.

Pada kesempatan yang sama, Mendagri mencontohkan dampak positif dari pemekaran yang terjadi di daerah lainnya yakni di Provinsi Sumatera Bagian Selatan. Sejumlah daerah di kawasan itu di antaranya Bangka Belitung, Bengkulu, dan Lampung dimekarkan menjadi provinsi tersendiri. Hasilnya, provinsi-provinsi tersebut kini justru mengalami kemajuan pesat. Bahkan capaiannya melebihi provinsi induknya semula, yakni Sumatera Selatan.

Hal yang sama juga terjadi pada pemekaran di Sulawesi. Kawasan itu, kata Mendagri, dulunya terbagi menjadi dua provinsi yakni Provinsi Sulawesi Utara-Tengah dan Provinsi Sulawesi Selatan-Tenggara. Begitu kawasan tersebut dimekarkan, daerah itu mengalami peningkatan yang pesat, contohnya yang terjadi pada Provinsi Gorontalo. Bahkan para investor juga datang di wilayah tersebut, dan memacu geliat perekonomian menjadi optimal.

Untuk itu, Mendagri mengajak masyarakat dan berbagai tokoh di Papua untuk menyambut baik adanya pemekaran. Pihak-pihak tersebut diminta untuk mendukung pemekaran, sehingga dapat memacu kesejahteraan masyarakat.

Puspen Kemendagri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *