• 4 Februari 2023 18:11
  • Last Update 4 Februari 2023 9:42 09: 42: 29
Bersama Kalitbang Pertanian Pusat Pj. Bupati Kampar Panen Perdana Padi Teknologi IPAT – BO

Bersama Kalitbang Pertanian Pusat Pj. Bupati Kampar Panen Perdana Padi Teknologi IPAT – BO

Pj.Bupati Kampar Dr.H. Kamsol.MM

 

Bangkinang – Pj.Bupati Kampar Dr.H. Kamsol. MM melakukan panen perdana padi dengan Teknologi Intensifikasi Padi Aerob Terkendali Berbasis Organik (IPAT-BO) di Desa Binuang, Kecamatan Bangkinang, Kamis (1/12).

Hadir saat panen raya Pj Bupati Kampar Dr H Kamsol MM,Ketua KTNA Provinsi Riau Drs Yusri M.Si,Menteri Pertanian Republik Indonesia yang diwakili Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan (Kalitbang) Pertanian Kementerian Pertanian Dr. Priatna Sasmita M.Si, Kepala Dinas Pangan dan Hortikultura Provinsi Riau Ir Syahfalevi. M.Si,Kapolres Kampar AKBP Didik Priyo Sambodo SIK, Guru Besar Unpad Prof Dr Tualar Simarmata MS, kepala OPD di lingkup Pemkab Kampar, dan seluruh pengurus KTNA Kabupaten Kampar.

“Alhamdulillah yang sudah dicanangkan pada September 2022 sudah menanam padi dengan IPAT-BO,” jelas Pj Bupati Kampar Dr H Kamsol MM saat panen raya di Desa Binuang.

“Kurang dari tiga bulan sudah panen. Hasilnya apa yang sudah ditargetkan lebih dari 100 persen.Kita bisa tiga kali setahun,dan kalau dihitung rata-rata hasil dipanennya sudah mencapai 7,4 ton per hektare .dengan berbasis organik,tanahnya disuburkan dengan teknologi microba tidak memakai bahan kimia,” jelas Kamsol.

Kamsol menambahkan, tanahnya menjadi subur kembali dan hasilnya lebih bagus. Mudah – mudahan didesa yang ada lahan persawahannya bisa memanfaatkan penanaman padi berteknologi IPAT-BO ini.

“Penanaman padi berteknologi IPAT-BO tidak hanya untuk Kecamatan Bangkinang saja. Tetapi kalau semua kecamatan di Kabupaten Kampar bisa menerapkan sistem penanaman padi berteknologi IPAT-BO ini akan bisa hasil padinya untuk kebutuhan Provinsi Riau,” jelas Kamsol.

Kamsol menambahkan, seluruh kades dan camat yang memiliki lahan persawahan komitmen bersama untuk meningkatkan produksi padi.

Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan (Kalitbang) Pertanian Kementerian Pertanian Dr.Priatna Sasmita M.Si

 

Sementara itu, Dr. Priatna Sasmita M.Si menyampaikan panen padi raya dengan cara IPAT – BO ini merupakan inovasi yang sangat bagus, karna penanaman dengan cara IPAT – BO ini berbeda dengan penanaman yang lainnya, dengan cara ini masyarakat bisa meningkatkan hasil produk 2 kali lipat dari biasanya dan kami sangat mendukung kegiatan ini.

“Saya mengucapkan apresiasi dalam berkontibusi dalam meningkatkan pangan padi, karna dengan inovasi terbaru dalam penanaman padi ini mudah – mudahan Indonesia bisa menjadi penghasil padi yang tebesar di dunia” ungkap Priatna.

Ketua KTNA Provinsi Riau Drs.Yusri MSi

 

Ketua KTNA Provinsi Riau Drs Yusri MSi mengatakan, teknologi IPAT-BO menggunakan berbagai produk pupuk hayati sebagai sumber nutrisi mikroba tanah yang mampu meningkatkan kualitas lahan dan menghidupkan kembali tanah-tanah yang rusak serta dapat menghemat penggunaan air.

“Proses ini tentu berbeda jika menggunakan pupuk anorganik secara terus-menerus yang memicu percepatan degradasi/penurunan kesuburan tanah. Selain itu untuk menghasilkan produk beras bermutu bagus beras organik, segala aspek terkait proses juga harus secara organik. Setidaknya, selain teknologi yang unggul, kualitas bibit, pemanfaatan bahan-bahan organik yang mudah didapat, pendampingan, kemitraan, serta proses pengolahan yang juga harus unggul,” kata Yusri.

Drs Yusri M.Si juga menyampaikan panen padi raya dengan cara IPAT – BO ini merupakan inovasi yang sangat bagus, karena penanaman dengan cara IPAT – BO ini berbeda dengan penanaman yang lainnya. Dengan cara ini masyarakat bisa meningkatkan hasil produk dua kali lipat dari biasanya dan sangat mendukung kegiatan ini.

“Saya mengucapkan apresiasi dalam berkontribusi dalam meningkatkan pangan padi, karena dengan inovasi terbaru dalam penanaman padi ini mudah – mudahan Indonesia bisa menjadi penghasil padi yang terbesar di dunia,” tegasnya.

Yusri mengatakan, IPAT-BO ini juga akan diterapkan di seluruh kabupaten yang ada di Provinsi Riau

Ia berharap dengan dipakainya teknologi IPAT-BO peningkatan padi di Provinsi Riau akan meningkat signifikan yang tadinya hanya satu kali panen, dengan teknologi IPAT-BO petani bisa mencapai tiga kali panen setahun.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *