• 6 April 2025 21:00
  • Last Update 6 April 2025 16:50 16: 50: 29
Tradisi Bara’an Warnai Idul Fitri Warga Muntai Barat, Pj Kades: Mari Jaga Persatuan dan Warisan Budaya Islam

Tradisi Bara’an Warnai Idul Fitri Warga Muntai Barat, Pj Kades: Mari Jaga Persatuan dan Warisan Budaya Islam

Bengkalis – Cebernews.co I Suasana Lebaran di Desa Muntai Barat, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis, terasa semakin semarak dengan digelarnya tradisi Bara’an, Kamis (3/4/2025). Tradisi khas Idul Fitri ini menjadi ajang silaturahmi warga dengan cara Kunjung-mengunjung dari rumah ke rumah secara berombongan.

Kegiatan Bara’an tahun ini dipimpin langsung oleh Penjabat Kepala Desa (Pj Kades) Muntai Barat, Jayusni, SE, SY, dan diikuti oleh ratusan warga dari berbagai kalangan. Antusiasme masyarakat terlihat sejak pagi hari, saat rombongan mulai menyusuri pemukiman untuk saling bersilaturahmi.

Dalam sambutannya, Jayusni menyampaikan bahwa tradisi Bara’an tidak hanya menjadi budaya lokal, tetapi juga bentuk implementasi nilai-nilai Islam dalam kehidupan bermasyarakat. Ia mengajak seluruh warga untuk menjaga dan melestarikan tradisi ini.

“Bara’an bukan hanya sekadar berkumpul, tetapi juga momentum untuk saling memaafkan, mempererat tali silaturahmi, dan menumbuhkan semangat persatuan,” ujarnya kepada awak media.

Menurut Jayusni, tradisi ini juga penting sebagai bagian dari pendidikan karakter bagi generasi muda. Ia berharap para orang tua dapat menanamkan nilai-nilai kebersamaan dan keislaman melalui kegiatan seperti ini.

“Kita ingin anak-anak kita mengenal, mencintai, dan mempertahankan tradisi Islam yang telah diwariskan oleh para pendahulu,” tambahnya.

Tradisi Bara’an biasanya dilaksanakan setelah sholat Idul Fitri. Namun pemdes muntai barat melaksanakan bara’an pada hari raya ke-3 Idul Fitri. Rombongan warga akan mengunjungi rumah-rumah tetangga secara bergiliran, menikmati berbagai hidangan khas Lebaran yang disediakan oleh tuan rumah.

Tak hanya itu, momen ini juga dimanfaatkan warga untuk berdialog dan berbagi cerita setelah sebulan penuh menjalani ibadah Ramadan.keakraban dan suasana kekeluargaan sangat terasa sepanjang acara berlangsung.

Selain menyambung tali silaturahmi, kegiatan ini juga menjadi ajang memperkuat nilai gotong royong dan kerukunan antar warga desa. Warga berharap tradisi ini dapat terus berlangsung dan menjadi agenda rutin setiap Lebaran.

“Melalui momen Idul Fitri ini, mari kita hilangkan rasa iri dan dengki. Kita perkuat rasa cinta terhadap sesama, dan jadikan desa kita sebagai contoh masyarakat yang rukun dan damai,” pesan Jayusni di akhir kegiatan.

Dengan semangat kebersamaan, tradisi Bara’an di Desa Muntai Barat kembali menjadi simbol kekuatan budaya dan religi yang tetap hidup di tengah masyarakat modern.

 

Liputan : wintoro

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *